HOME
Home » Ayam Hias » Ayam Pelung » Kajian Ayam Pelung : Legenda, Ciri Khas & Cara Perawatannya

Kajian Ayam Pelung : Legenda, Ciri Khas & Cara Perawatannya

Posted at April 9th, 2020 | Categorised in Ayam Hias, Ayam Pelung

Ayam Pelung. _Apabila saat ini anda berencana memiliki koleksi ayam hias, ayam pelung ini bisa jadi pilihan. Rasakan sensasi bangun di pagi hari ditemani kokok ayam pelung..

Di zaman modern seperti sekarang ini, kebanyakan orang bosan akan rutinitas sehari-hari. Mulai dari aktivitas berangkat kerja, pulang, tidur dan keesokan harinya berangkat kerja lagi, pulang dan tidur lagi. Begitu seterusnya hingga membuat orang-orang mengalami kejenuhan.

Salah satu alternatif untuk mengurangi kejenuhan tersebut adalah dengan melakukan tambahan rutinitas yang berbeda. Anda bisa coba dengan memelihara ayam hias karena, selain kita mendapat hiburan, anda juga mungkin akan mendapat uang sampingan dari hasil mengembangbiakannya.

Berikut saya akan coba mengkaji, mereview salah satu ayam hias yang unik, menarik, yang mungkin bisa jadi pilihan untuk anda pelihara yaitu, Ayam Pelung.

Legenda Ayam Pelung

kajian ayam pelung
Ayam Pelung

Foto milik : mas Anggit Kacer

Baca juga : Jual ayam modern game bantam disini

Masyarakat indonesia khususnya pecinta ayam hias, tentunya sudah tidak asing lagi dengan ayam hias ini. Ya..Ayam pelung adalah ayam hias asli endemik indonesia yang memiliki ciri khas dari suara kokoknya yang panjang, lantang dan berirama. Selain itu, daya tarik lainnya adalah dari posturnya yang tinggi, besar terkesan gagah. Sangat cocok di koleksi untuk penghias rumah atau halaman anda.

Ayam pelung adalah ayam asli endemik indonesia yang berasal dari warung kondang, cianjur, Jawa Barat. Julukan pelung itu sendiri berasal dari kata dalam Bahasa Sunda yaitu mawelung atau melung yang artinya melengkung pada saat berkokok yang bervolume tinggi, panjang dan bernada /  irama. Bahkan ketika mencapai titik akhir kokoknya, Kepala dan lehernya ikut membungkuk turun hingga ke lantai.

Ada dua versi mengenai legenda asal usul keberadaannya :

Versi pertama :

Sekitar tahun 1850, ayam pelung pertama dipelihara dan berhasil dikembangbiakan oleh seorang kyai yang bernama H. Djarkasih (Mama Djarkasih). Beliau dikenal dengan panggilan Mama Acih yang tinggal di Desa Bunikasih, Kecamatan Warung Kondang, Cianjur Jawa Barat.

Penemuan oleh Mama Acih ini berdasarkan atas petunjuk mimpi. Didalam mimpi tersebut, ia bertemu dengan Eyang Surya Kencana. Dimana Eyang Suryakencana ini adalah Putra Sulung Bupati Cianjur yang pertama, yaitu Wiratanudatar I.

Dalam mimpi Mama Acih tersebut, Eyang Surya Kencana menyuruh Mama Acih untuk mengambil sepasang anak ayam yang disimpan dikebun belakang rumahnya. Keesokan harinya mimpi Mama Acih tersebut menjadi kenyataan, ketika Mama Acih sedang berada di belakang rumahnya, dia menemukan sepasang anak ayam tanpa induk dengan perawakan tinggi besar dan berbulu jarang dalam bahasa sunda disebut Torondol ( bulu yang tidak lengkap / jumlah bulu yang sedikit ).

Setelah dipelihara oleh Mama Acih, ternyata sepasang anak ayam itu mempunyai beberapa kelebihan dibanding ayam lokal/kampung lainnya. Yaitu, ayam jantan tersebut memiliki ukuran tubuh yang tinggi besar, dengan jengger berdiri tegak dan bergerigi nyata, serta memiliki suara kokok yang panjang dan berirama merdu mengalun indah.

Karena kelebihan dari ayam tersebut, banyak masyarakat yang menyenanginya terutama dari keindahan suaranya. Mereka menyebut ayam tersebut dengan nama AYAM PELUNG karena pada waktu berkokok terlihat lehernya melengkung (Melewung) ke bawah sampai paruhnya menempel ke tanah.

Dari sepasang Ayam Pelung milik Mama Acih tersebut, berkembanglah keturunannya menjadi ayam penyanyi dari Cianjur.

Versi kedua :

Dijelaskan oleh seorang penduduk bernama Nambeng yang berasal dari Warung Kondang. Menurut ceritanya, sekitar tahun 1940, seorang murid yang berasal dari Jambudipa Kecamatan Warung Kondang bernama H. Kosim bertamu kepada gurunya Mama Ajengan Gudang.

Ia melihat seekor ayam betina yang sedang mengasuh anak-anak ayam dan diantaranya ada satu ekor yang bentuk badannya berbeda dengan yang lainnya, besar, tinggi dan (torondol). Ia kemudian menyampaikan keinginannya kepada gurunya itu untuk memiliki dan membeli sepasang ayam tersebut.

Permohonan H. kosim untuk membeli anak ayam tersebut dikabulkan. Sepasang anak ayam yang dibeli oleh H. Kosim tersebut dikembangkannya di Warungkondang. Setelah dewasa Ayam Jantan tersebut mempunyai kokok dengan suara besar, panjang dan berirama merdu yang disebut sebagai Ayam pelung.

Dikutip dari : radarsukabumi.com

Dari cerita legenda diatas, kita bisa ambil kesimpulan bahwa ayam pelung merupakan ayam asli endemik indonesia yang memang aslinya berasal dari cianjur, jawa barat.

Ciri Khas Utama Ayam Pelung : Kokok / suara

Berdasarkan tipenya, ada dua jenis tipe suara pada bangsa ayam, yaitu :

1. Call / panggilan

Tipe suara call digunakan dalam berkomunikasi antar sesama ayam, sebagai isyarat adanya musuh / respon predator, saat terkejut dan ketika menemukan makanan. Tipe suara call terdapat pada ayam jantan dan betina.

2. Song / nyanyian.

Tipe song hanya terdapat pada ayam jantan. Jenis suara song merupakan tipe suara sebagai pernyataan wilayah kekuasaan dan sebagai atraksi untuk memikat ayam betina yang akan dikawini. Ekspresi vokalisasi pada ayam merupakan bentuk dimorfisme seksual pada daerah diotak yang bertanggung jawab terhadap produksi song (Jackman, 2003).

Song merupakan perilaku yang kompleks sebagai hasil interaksi faktor genetik dan lingkungan.

Brenowitz dkk (2003) menjelaskan bahwa, pada kebanyakan spesies burung, suara song hanya diproduksi pada ternak jantan. Pada ayam, suara kokok termasuk suara tipe nyanyian dan merupakan karakteristik seks sekunder. Sifat berkokok biasanya baru muncul setelah dewasa dan dipengaruhi oleh hormon testosterone.

Siklus song terjadi sepanjang hari (pagi, siang, sore, malam). Tingkat metabolisme hewan yang berbeda sangat dipengaruhi oleh cahaya. Peningkatan intensitas cahaya menghasilkan peningkatan aktivitas enzim, tingkat metabolisme umum, kelarutan garam dan mineral di protoplasma.

Hewan yang tinggal di gua ditemukan menjadi lamban dalam kebiasaan mereka dan mengandung laju metabolisme yang lambat. Dalam banyak hewan (misalnya, burung) cahaya diperlukan untuk pengaktifan gonad dan dalam memulai kegiatan pemuliaan tahunan. Gonad burung ditemukan menjadi aktif dengan pencahayaan yang meningkat selama musim panas dan mundur selama periode pencahayaan yang lebih pendek di musim dingin. (Samiksha, 2013).

Ciri Khas

Ciri khas suara Ayam Pelung memang memiliki perbedaan dengan suara kokok ayam kampung lainnya. Kokok pejantan memiliki irama yang panjang dan merdu mendayu dan akan memiliki suara yang panjang apabila memiliki kesehatan dan pernapasan yang baik.

Pelung remaja yang baru belajar berkokok, memiliki suara yang labil atau belum memiliki suara yang panjang secara konsisten. Kokoknya akan menjadi stabil seiring bertambahnya usia. Ayam yang pernah terserang penyakit radang tenggorokan suaranya menjadi rusak yaitu bunyi kokoknya serak dan pendek. Suara serak atau parau tersebut disebabkan adanya gangguan lendir pada saluran pernapasan.

Volume Suara Ayam Pelung jantan mempunyai beberapa macam volume suara yaitu:

  • Suara dengan volume besar
  • Kokok dengan volume sedang
  • Suara dengan volume kecil

Secara umum, peternak lebih menyukai Pelung dengan volume suara besar. Untuk mendapatkan ayam ini dengan volume suara besar sangat sulit, karena biasanya mereka yang memiliki volume suara besar akan memiliki suara yang kasar dan serak.

Pelung yang memiliki volume besar dan suara yang indah memiliki nilai jual yang sangat tinggi. 2.5 Irama Suara Kokok Ayam Pelung pada umumnya memiliki irama yang berbeda, merdu, monoton, dan sumbang.

Suara Kokok Ayam Pelung

Suara kokok Ayam Pelung terdiri dari suara depan, suara tengah, dan suara akhir. Irama sangat berpengaruh positif pada ketiga suara tersebut. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Suara kokok depan akan disebut bagus bila mempunyai lagu irama yang panjang, bersih, dan tidak tersendat-sendat.

Menurut para pakar di jawa barat, suara depan dari kokok tersebut dapat diformulasikan dengan bunyi kukudur, kukulir, tetelur, dan kurikil. Suara tengah mempunyai tiga corak yaitu lenggang, lenggang-lenggang, dan lelah yang mempunyai kaitan dengan alun atau gelombang suara.

  • Lagu irama suara tengah Lagu irama pada suara tengah mempunyai suara yang mengalun panjang, merdu, tidak serak serta tidak terputus-putus.

Adapun suara tengah yang terbaik jika suara tengah tersebut mempunyai corak “lenggang-lenggang” karena suara ini mempunyai irama yang mengalun merdu dan tidak tersendat-sendat. Suara tengah yang dianggap baik mempunyai tempo paling sedikit 6,5 detik.

Lagu irama suara akhir Suara akhir atau suara penutup dari kokok jago pelung ada tiga macam yaitu kung, kewung, dan yang terbaik kecubung.

  • Suara akhir yang baik juga harus bersih panjang dan tidak terputus-putus dan mempunyai tempo minimal 3 detik. 2.6 Bersih kotornya suara berpengaruh terhadap keindahan suaranya.

Suara kokok yang bersih akan lebih merdu dan nyaring jika dibandingkan dengan kokok yang suaranya kotor. Suara yang bersih dapat dibedakan dengan suara yang kotor yaitu ;

  • Pada suara kokok yang bersih dapat ditandai dengan tidak terdengarnya konsonan “RRR” pada akhir bagian kokok dan yang terdengar kemunculan bunyi “ng” yang membuat suara lebih merdu dan menggema.

Ciri Utama Kokok Ayam Pelung

  • Khas pada jantan, kokok mengalun panjang, berirama dan tidak terputus-putus.
  • Kokok awal atau angkatan pertama terdengar besar, bertenaga, bertekanan, bersih dan mengalun tidak terburu-buru.
  • Suara tengah terdengar nyambung setelah suara awal, panjang, besar, naik, bersih, halus, jelas licin.
  • Kokok akhir, terdengar nyambung setelah suara tengah, panjang, bersih dan jelas dan membesar pada ujungnya.

Ciri Fisik :

  • Jengger/balung tunggal, bergerigi berwarna merah; ukuran pada ayam jantan lebih besar dari pada ayam betina.
  • Pial: bulat berwarna merah; pada ayam jantan lebih besar dan bergayut dari pada ayam betina.
  • Badan, bentuk penampang samping: oval, silinder atau bulat; ayam jantan lebih besar dan lebih tegap dari ayam betina.

Bobot dewasa

  • Jantan 3,70 – 5,85 kg /ekor
  • Betina 2,70 – 4,15 kg /ekor

Warna bulu         

  • Betina umumnya kuning tua kecokelatan (warna buah kemiri); kuning muda; hitam blorok dengan bercak putih atau kuning tua dengan bercak putih.
  • Jantan tidak memiliki pola khas, umumnya campuran merah dan hitam kuning dan putih, dan campuran hijau mengkilat.

Cara Perawatan Ayam Pelung

indukan ayam pelung
Indukan Ayam Pelung

Daya tarik utama ayam pelung tentunya adalah dari suara kokoknya. Apabila dalam pemeliharaanya tidak berjalan seperti semestinya maka, akan berpengaruh khususnya terhadap suara kokok dan umumnya pada kesehatannya. Selain itu, perawatan yang kurang baik akan ber efek pada frekuensi berkokok.

Frekuensi berkokok pada ayam pelung  umumnya pada saat menjelang fajar, tengah hari, dan petang. Ada yang rajin berkokok hampir setiap saat dan menunjukkan keinginan berkokok yang cukup tinggi, namun sebaliknya ada pula yang sangat malas berkokok.

Frekuensi berkokok tersebut sangat ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut :

Perubahan Cuaca

Pada sa’at terjadi perubahan cuaca secara drastis atau tiba-tiba, biasanya ayam malas berkokok dan akan sangat beresiko terserang penyakit. Virus penyakit yang menyerang pada musim seperti ini biasanya penyakit ngorok atau Snot. Apabila terserang penyakit ini, ayam pelung menjadi malas berkokok dan suara kokoknya akan serak dan pecah.

Untuk pencegahannya, usahakan kandang diberi penutup seperti korden atau kere agar ayam terhindar dari hawa dingin dan terpaan angin malam. Bisa juga kandang diberi tambahan lampu agar hawa dalam kandang menjadi hangat .

Pemberian Vitamin

Vitamin merupakan tambahan nutrisi yang sangat dibutuhkan semua makhluk hidup tidak terkecuali ayam. Ayam pelung akan mudah terserang penyakit bila kekurangan nutrisi dalam tubuh. Oleh sebab itu, asupan vitamin harus terpenuhi.

Untuk pemberian nutrisi vitamin ini, ada banyak pilihan minuman dan obat-obatan yang bisa diberikan. Anda bisa memberikan rutin 2 x seminggu minuman seperti vita chick atau vita stress, atau bisa juga minuman alami yang bahan nya dari serapan air kunir dan jahe.

Kondisi kesehatan berpengaruh terhadap frekuensi berkokok nya. Ayam yang sakit akan kehilangan semangat untuk berkokok. Frekuensi berkokok Ayam Pelung sangat erat kaitannya dengan kondisi kesehatan nya, semakin sehat maka akan semakin rajin berkokok dan jika kesehatannya menurun akan malas berkokok.

Kebersihan Kandang dan Lingkungan

Kebersihan kandang sangat berpengaruh terhadap frekuensi berkokok. Kandang yang bersih akan memberikan kenyamanan sehingga membuat ayam rajin berkokok. Sinar matahari pagi harus dapat masuk ke dalam kandang sehingga ayam dapat terkena sinar matahari pagi secara langsung agar Ayam Pelung menjadi sehat dan memiliki keinginan berkokok yang baik.

Sumber :

FAQ ( pertanyaan umum seputar ayam pelung )

Ayam pelung berasal dari mana?

Berasal dari kecamatan warung kondang, kabupaten Cianjur, Jawa barat

Berapakah harga ayam pelung ?

Harga ayam pelung di masing-masing daerah memiliki perbedaan harga. Faktor yang membedakan harganya terutama terletak pada kualitas dan ketersediaan stok.
Di tempat website ini, bibit ayam pelung usia 1 bulan dijual dengan harga Rp. 300.000 / ekornya

Bagaimana cara membedakan ayam pelung yang asli ?

Selain dari kokoknya yang panjang, ciri-ciri utama ayam pelung asli adalah :
Kaki : besar dan berwarna hitam kebiru-biruan / ke abu-abu an.
Jengger : jengger tunggal, besar, tebal dan tegak, meskipun ada sebagian ayam pelung yang juga memiliki jengger miring, dan warna jengger ayam pelung adalah merah.
Pial : besar, bulat dan berwarna kemerahan.
Bulu : terlihat lebih mengkilap, dan untuk warna yang khas pada umumnya yaitu campuran antara hitam dan merah. Adapun tipe Jalak, warna bulunya campuran antara merah, hitam, kuning, putih, dan semu hijau.
Badan : tinggi, besar dan tegak.

Kontak Kami

Bagi anda yang sedang membutuhkan ayam pelung ini, kami ayamkalkun.com menjual ayam pelung mulai dari bibit anakan, remaja hingga indukan siap pelihara. Untuk cek ketersediaan stok dan harganya, silahkan kontak kami :

Guntur Ginanjar : 0821-3708-2479 | 0878-3830-5588.
Facebook : gunturginanjar.12
Instagram : @jualayamhias guntur ginanjar
Windaru Rohmat : 0858-6819-1174.
FB : windaru.rohmat
Instagram : @windarurohmat
Joko Wahyulianto : 0878-3888-5566
FB : Joko.wahyulianto
IG : @kalkun_ayamhias

Cek sample video salah satu ayam pelung kami disini :

https://www.instagram.com/p/BVCPBTbFmY2/

Penutup

Bila dalam penulisan artikel ini kami ada kesalahan, baik itu dari data, fakta dan kata, kami mohon pemakluman dan pintu maaf dari anda.

Saya sendiri bukan seorang Mastah ternak tapi jugan bukan pemula, hanya orang biasa saja yang senang dan perduli dengan keberadaan ayam pelung yang khas dan kebanggaan bangsa ini.

Untuk saya sendiri, ayam pelung memiliki tempat tersendiri karena, saya sendiri asli orang cianjur yang merupakan asal dari ayam ini. Dari saya kecil, ayam pelung sudah menjadi bagian dalam keluarga, kakek dan paman memang senang memelihara ayam pelung.

Memelihara ayam merupakan hal yang menyenangkan. Selain menjadi hiburan, dengan memelihara ayam juga bisa menjadi edukasi. Apabila anda seorang ayah / ibu, anda bisa ajarkan anak tercinta anda untuk memelihara ayam. Tujuannya agar mereka mulai belajar bertanggung jawab, disiplin  untuk merawat dan memelihara kelangsungan hidup yang layak buat si ayam.

Terima kasih telah berkunjung ke website ayamkalkun.com ini. Suatu kebanggaan bagi kami untuk mendapat perhatian dari anda. Semoga sukses selalu dan Selamat menikmati hari-hari indah bersama keluarga, sahabat dan ayam peliharaan anda..Wassalam

Buka juga halaman kami yang lain disini :

Ayam Golden Pheasant
Penjualan Kalkun
jualan Ayam Brahma
Jual Burung Merak Putih
Burung Unta
Bebek mandarin duck
ayam cemani
jual ayam dongtao
Ayam pheasant
Jual bibit ayam kalkun