HOME
Home » Ayam Pheasant » Golden pheasant » Ayam Golden Pheasant | Asal usul, Karakteristik dan Faktanya

Ayam Golden Pheasant | Asal usul, Karakteristik dan Faktanya

Posted at July 24th, 2019 | Categorised in Ayam Pheasant, Golden pheasant

Ayamkalkun.com – Baca disini untuk mengenal lebih jauh ayam golden pheasant dan informasi unik lainnya seputar ayam cantik ini. Disini kami akan membahas asal usul, ciri khas, cara beternak hingga harga jualnya di Indonesia. baca lebih lanjut..

Informasi Seputar Ayam Golden Pheasant

golden pheasant
ayam golden pheasant

Bulunya yang berwarna-warni, mempertontonkan perpaduan warna kontras dan eksotik. Selain itu, bulu ekornya yang panjang dan berpola, seperti bonus tambahan untuk lebih mempercantik tampilannya. Dengan warna bulu pundak keemasan, tubuh berwarna merah dan ekor coklat, membuatnya terlihat sangat menakjubkan.

Asal usul Golden Pheasant

Golden Pheasant ( Chrysolopus pictus ), juga dikenal sebagai ” Chinese Pheasant “. Adalah salah satu spesies ayam paling populer yang berasal dari hutan pegunungan di China Barat dan Tengah.

Diperkirakan pada sekitar tahun 1880 an, ayam ini dibawa ke eropa dan amerika oleh para pedagang asal china. Sehingga, dalam perkembangannya ayam golden pheasant telah tersebar luas di Eropa, Amerika dan hampir diseluruh dunia.

Di indonesia, Ayam golden pheasant diperkirakan hadir disekitar awal tahun 1980 an. Awalnya hanya diperuntukan untuk koleksi kebun binatang saja namun, saat ini golden pheasant mulai banyak dipelihara oleh individu. Dan sudah banyak dikembangbiakan oleh peternakan, contohnya seperti ayamkalkun.com ini.

Pada awalnya lebih dikenal dengan sebutan ayam tibet atau ayam hong. Namun sekarang, orang-orang di indonesia lebih populer menyebutnya dengan sebutan ” golden pheasant “.

Ciri Khas

Sang golden pheasant jantan dapat dengan mudah dikenali dengan warna cerahnya, sedangkan betina terlihat sangat berbeda penampilannya. Betina hanya berwarna coklat pudar dan sedikit lebih kusam warnanya.

Pejantan memiliki perpaduan antara warna merah dan emas yang memanjang dari atas kepala hingga ke bagian leher. Bulu utama berwarna dasar merah cerah, sayap berwarna gelap dan ekor coklat pucat berpadu dengan garis-garis seperti batik. Dibagian punggung ada warna hijau tua yang akan mengkilat bila terkena pancaran sinar.

indukan
jantan memegarkan bulunya untuk menarik perhatian induk betina

Jantan dewasa berukuran panjang 90 – 105 centimeter dengan ekor membentuk dua pertiga dari total panjangnya. Sedangkan betina sedikit lebih kecil, berukuran panjang 60 – 80 centimeter dengan ekor membentuk setengah dari panjang total. Lebar sayap mereka sekitar 70 centimeter dan beratnya sekitar 680 gram.

Baca juga : Daftar harga Jual Ayam Kalkun

Tabiat / Perilaku

Di habitat aslinya. Terutama di siang hari, ayam golden pheasant sering bersembunyi dihutan lebat dan bertengger dipohon yang sangat tinggi pada malam hari. Ayam ini sering mencari makan didarat meski mereka memiliki kemampuan terbang diudara, ini dimungkinkan karena mereka cukup canggung ketika terbang.

Jika mereka kaget, mereka mampu lepas landas dengan cepat ke udara dengan suara kepak sayap yang khas.

Tak banyak informasi valid yang dapat diambil mengenai kebiasaan mereka di habitat aslinya. Karena, meskipun pejantan memiliki warna lebih cerah tapi perilakunya cukup sulit dikenali. Namun, ada suara khas yang mereka keluarkan ketika musim kawin tiba, pejantan akan menari-nari memperlihatkan keindahannya untuk menarik perhatian betina.

golden pheasant unik
keindahan golden pheasant

Cara pejantan ayam golden pheasant menggoda betina.

Silahkan dibuka video ayam pheasant kami disini

Fakta Unik Seputar Ayam Golden Pheasant

Ada beberapa fakta unik yang telah kami rangkum mengenai ayam hias yang satu ini, berikut ini beberapa faktanya:

1. Julukan “Golden Pheasant” pertama kali diperkenalkan oleh carl linnaeus pada tahun 1758.

anakan
anakan usia 3,5 bulanan

Dia adalah seorang dokter kelahiran swedia. Selain itu, dia adalah ahli botani, ahli zoologi, yang meresmikan nomenklatur binomial, sistem modern penamaan organisme. Ia dikenal sebagai “bapak taksonomi modern”.

2. Mereka dapat dengan mudah dan cepat merasakan ancaman bahaya.

Seperti halnya jenis ringnecked pheasant, ayam ini adalah rajanya dalam mencium bau bahaya. Misalnya, akan ada bahaya bencana alam seperti gempa. Atau bahaya dari ancaman hewan predator, maka mereka akan lebih awal merasakan gejalanya.

Jadi, bila anda memeliharanya, ayam ini bisa juga difungsikan sebagai ” alarm tanda bahaya “.

3. Bertelur hanya semusim dalam setahun.

Sepasang dewasa mulai kawin dan bertelur di usia 11 bulanan keatas. Di daerah beriklim tropis seperti di indonesia, biasanya mereka kawin dan bertelur hanya di musim penghujan saja. Jumlah telur variatif tergantung cara memeliharanya.

Di peternakan kami, per 1 induk betina rata-rata dalam semusim bisa menghasilkan 25 hingga 40 butir telur. Persentasi telur menetas 75%.

4. Di China orang menganggap ayam pheasant sebagai tanda lambang keberuntungan, nasib baik dan kemakmuran.

5. Hanya di indonesia golden pheasant ini dijuluki dengan sebutan ayam. Sedangkan secara global dijuluki dengan sebutan burung.

Musim Reproduksi

Masa reproduksi betina bisa mencapai hingga 6 – 8 tahun. Perawatan yang intens memungkinkan jangka waktu produktif lebih lama lagi.

Bila anda membiarkan alami betina mengerami telurnya, maka jumlah telurnya lebih sedikit. Sedangkan bila anda mengerami telurnya memakai mesin tetas, maka jumlah telurnya bisa lebih banyak.

Alaminya, betina menghasilkan telur dalam semusim sekitar 8 – 15 butir. Namun, bila kita forsir induk betinanya. Dengan cara telurnya diambil dan ditetaskan menggunakan mesin, maka jumlah telur bisa mencapai 40 – 50 butir.

Kedua tipe penetasan telur ini masing-masing tentunya mempunyai kekurangan dan kelebihan.

Bila betina dibiarkan alami mengerami telur maka, masa produktifnya akan lebih lama. Sedangkan bila kita forsir betina untuk tidak mengerami telur dan dibiarkan terus-menerus bertelur maka, masa produktifnya akan lebih pendek.

Kandang Untuk Ayam Golden Pheasant

Jika anda berniat dan akan segera memeliharanya, aspek tempat untuk kandangnya sangat penting untuk diprioritaskan. Rencanakan dengan matang aspek ini karena, akan sangat mempengaruhi kelangsungan dan adaptasi mereka di tempat barunya.

kandang
kandang untuk dewasa / induk

Buatlah kandang yang menyerupai habitat aslinya dialam liar. Kandang yang baik minimal berukuran 2×2 meter persegi. Ventilasi udara juga sangat berpengaruh, diusahakan kandang memiliki ventilasi udara yang banyak untuk siang hari dan dikurangi pada malam hari.

simak video peternakan ayam pheasant kami disini

https://youtu.be/OuxhHtZgKoM

Makanan ( Pakan )

Agar golden pheasant yang anda pelihara selalu sehat dan produktif, maka faktor yang juga menentukan adalah dari segi makanannya. Pakan yang diberikan haruslah memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi.

Pemberian pakan dalam sehari cukup 2x saja yaitu, di pagi dan sore hari. Pakannya bisa diberikan konsentrat / pur dicampur dengan jagung giling dan beras merah. Bisa juga pakan diberikan campuran sayuran dan buah-buahan seperti pepaya, mangga atau pisang.

Minumannya bisa diberikan air mentah saja namun, pastikan air mentah tersebut merupakan air dari mata air yang sehat. Namun, bila anda tidak bisa memastikannya, maka lebih baik diberikan air matang saja.

Untuk menjaga kesehatannya, sesekali berikan minuman vitamin seperti vita chick atau vita stress. Atau bisa juga diberikan minuman vitamin dari bahan alami seperti air resapan jahe dan kencur.

Harga Ayam Golden Pheasant

Peternak di indonesia pada umumnya mulai menjual golden pheasant ini diusia remaja. Jadi, bila anda mencari bibit anakan maka, bisa dipastikan sulit sekali untuk dapat membelinya diusia ini.

Adapun harga untuk remaja yaitu : Rp. 6,5 – 7,5 juta, sedangkan untuk dewasa dijual dengan harga 8 – 10 juta rupiah.

Keterangan lebih lengkap mengenai harga jualnya bisa dibuka di postingan ini. : Jual Anakan Golden Pheasant & 12 jenis Ayam Pheasant Lainnya

Penutup

Apakah anda sedang mencari dan tertarik untuk membeli golden pheasant dan jenis ayam pheasant lainnya ?

Atau anda ingin menanyakan cara beternak ayam ini secara lebih detail ?

Silahkan anda bisa menghubungi kami :

Guntur Ginanjar : 0821-3708-2479 ( WA )

Windaru Rohmat : 0858-6819-1174 ( WA )

Joko Wahyulianto : call 0878-3888-5566 ( WA )

jual ayam golden pheasant
jual ayam golden pheasant

Silahkan anda juga bisa datang langsung ke lokasi peternakan kami yang beralamat di :

Jalan tempel-turi km. 2,5. Dusun Tegalrejo, Desa Margorejo, Kecamatan Tempel, Sleman, Yogyakarta.

Selain menyediakan ayam golden pheasant, kami juga menjual aneka jenis ayam hias dan hewan peliharaan lainnya diantaranya :

  1. Ayam Kalkun
  2. Ayam Brahma
  3. Burung Merak Biru & Merak Putih
  4. Bibit Burung Unta
  5. Bebek Mandarin
  6. Cemani
  7. Ayam Kapas / Silkies
  8. Modern Game
  9. Ayam Cochin
  10. Ayam Dongtao dan hewan peliharaan unik lainnya.

1 Comment for Ayam Golden Pheasant | Asal usul, Karakteristik dan Faktanya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *