HOME
Home » Ayam Brahma » Ayam Hias » Asal Usul Ayam Brahma

Asal Usul Ayam Brahma

Posted at May 16th, 2020 | Categorised in Ayam Brahma, Ayam Hias

Asal Usul Ayam Brahma. Meskipun ayam brahma termasuk jenis ayam hias baru yang belum lama masuk pasaran lokal indonesia, namun mereka sangat populer. Tak kalah bahkan lebih populer dibanding jenis ayam hias terdahulu.

 usul ayam brahma
asal usul ayam brahma

Asal Usul Ayam Brahma

Dan bahasan sejarah asal usul ayam brahma ini memang sangat menarik untuk digali. Ada berbagai macam versi sejarah dari kehadiran ayam ini, dan beberapa sudah banyak diakui para ahli.

Menurut salah satu versi, ayam brahma ini muncul ditepi sungai Brahmapootra atau Burrampooter, di India. Dimana nama asal mula ia berasal. Lalu, menurut pandangan yang lain, ayam brahma sebagaimana mereka sekarang secara umum disebut, adalah ayam cochin giant versi jenis abu-abu. Atau jenis yang berasal dari persilangan antara ayam cochin dan ayam chittagong kelabu.

Tidak ada partikel bukti yang menunjukkan bahwa mereka berasal dari India. Tepian Brahmapootra telah lama dimiliki oleh Inggris, dan tidak ada unggas semacam itu yang pernah terlihat di daerah tersebut.

Sesungguhnya asal usul ayam brahma tidak berasal dari India, faktanya ayam brahma ini aslinya pertama kali dikembangbiakan di Amerika Serikat. Dibawa ke eropa pada tahun 1840-an dari pelabuhan Cina Shanghai, dan akhirnya dikenal sebagai ayam Shanghai.

Bentuk kepala dan jengger telon yang khas pada ayam Brahma, diprediksi hasil dari perkawinan silang dengan ayam Grey Chittagong jenis Malay. Ayam ini diimpor dari Chittagong di Bengal timur (sekarang Bangladesh). Ciri khas inilah yang menjadi pembeda antara ayam Brahma dengan ayam Cochin yang juga berasal dari ayam Shanghai.

Ayam Brahma pertama kali diekspor ke Inggris pada bulan Desember 1852. Ketika itu, seorang pengusaha bernama George Burnham mengirim sembilan ayam Grey Shanghai sebagai hadiah untuk Ratu Victoria.

Simak juga ulasan jual golden pheasant dan jual burung merak putih dan merak biru disini.

Sejak sang ratu mempertunjukan ayam ini ke masyarakat luas, akhirnya jenis ayam brahma ini bersama dengan ayam Cochin memicu apa yang kemudian dikenal sebagai Hen Fever / demam ayam ( sebuah obsesi nasional untuk unggas yang melanda Amerika dan Inggris sekitar tahun 1853 ). Dan sejak saat itu pula harga ayam brahma disana melonjak drastis.

Dua varietas dari jenis ini, yang sekarang dikenal sebagai Light Brahma dan dark brahma memiliki asal usul yang sangat berbeda.

Light yang pasti berasal dari Brahma, atau identik dengan ayam kelabu yang sejak impor pertama kali datang dari Shanghae dengan ayam buff dan ayam hutan yang sekarang secara universal dikenal sebagai Cochin.

Varietas Dark Brahma dikembangkan oleh para pemulia Inggris dari trah ini, dan kemudian diekspor kembali ke Amerika Serikat.

Kedua varietas ini pertama kali diakui oleh Standard of Perfection of the American Poultry Association pada tahun 1874. Dan berikutnya diikuti jenis buff pada tahun 1924.

Brahma chickens adalah jenis ayam pedaging dan menjadi jenis ayam konsumsi utama di AS dari tahun 1850 hingga sekitar 1930. Beberapa ayam memiliki postur yang sangat besar. Beratnya bisa mencapai sekitar 8 kg untuk jantan dan betina 6 kg.

Sejak awal, Ayam Brahma telah diakui tidak hanya karena penampilan dan ukurannya yang tidak biasa, tetapi juga karena kualitas praktisnya. Mereka dikenal memiliki daya tahan tubuh yang tangguh dan juga sebagai ayam petelur yang bagus.

Untuk negara-negara yang memiliki musim dingin ayam ini memang cocok dan ideal. Mengapa ideal ? karena berkat bulunya yang tebal ini menjadikannya mampu bertahan dalam kondisi dingin.

Telusuri juga sejarah ayam kalkun dan harga ayam kalkun disini.